Contoh Analisis Swot Usaha Makanan

SWOT merupakan akronim dari kata strengths yang artinya adalah kekuatan, weaknesses yang berarti kelemahan, opportunities yang berarti peluang, dan threats yang artinya ancaman.

SWOT merupakan metode dengan menggunakan analisis perencanaan strategis dalam suatu proyek atau dalam suatu spekulasi bisnis.

SWOT pada umumnya di gunakan untuk menjangkau dan mengevaluasi lingkungan perusahaan dalam lingkup eksternal maupun internal dalam suatu tujuan bisnis tertentu.

SWOT pada umumnya di gunakan untuk merumuskan serta memaksimalkan strategi suatu perusahaan, maka dari itu SWOT ini tergolong cukup penting.

Supaya perencanaan strategis dapat berjalan dengan lancer, suatu perusahaan biasanya harus menganalisis strategi tersebt dengan menggunakan SWOT.

Analisis SWOT di kelompokkan menjadi dua golongan berdasarkan dari segi faktornya, yaitu :

1. Faktor internal

Faktor internal ini mencangkup kekuatan dan kelemahan yang hadir di dalam lingkungan internal suatu organisasi atau suatu perusahaan.

2. Faktor eksternal

Sedangkan faktor internal adalah bagian yang mencangkup ke dalam peluang dan ancaman yang datang dari lingkungan eksternal pada suatu organisasi atau suatu perusahaan.

Unsur-Unsur SWOT

1. Strength (kekuatan)

Unsur utama dalam analisis SWOT adalah strength. Strength merupakan suatu kekuatan yang dapat kita artikan menjadi keunggulan suatu usaha yang akan kita jalakan.

Strength atau kekuatan ini dapat berwujud seperti produk ataupun berupa sesuatu yang bersifat abstrak, contohnya gagasan atau strategi.

2. Weakness (kelemahan)

Unsur weakness merupakan unsur yang menunjukkan bagian kelemahan dalam suatu usaha yang akan kita jalani, atau dapat juga di katakana suatu hal yang dapat menghambat jalannya usaha.

Contohnya dalam keterbatasan dana, bahan baku, ataupun ide.

3. Opportunities (kesempatan)

Sedangkan unsure Opportunities adalah suatu unsure  berhubungan dengan hal-hal yang dapat mengembangkan suatu usaha yang akan kita jalankan

4. Threats (ancaman)

Unsur yang terakhir adalah threats. Unsure ini dapat di artikan segala sesuatu yang mengancam berkembangnya suatu usaha yang kita jalani. Contohnya muncul pesaing baru.

Berikut si bawah ini adalah beberapa sebuah contoh analisis SWOT dalam usaha makanan. Beberapa contoh ini dapat menjadi referensi untuk kalian yang tengah membangun bisnis makanan ringan.

1. Analisis SWOT Keripik Singkong

Contoh Analisis Swot Usaha Makanan
https://portalusaha.com/

Keripik Singkong adalah sebuah bisnis atau usaha yang bergerak di bidang makanan ringan dengan berbahan dasar singkong. Keripik singkong dapat kita sajikan dengan cita rasa yang beraneka ragam.

Strength Produk :

  • Memiliki nilai gizi yang tinggi
  • Bahan baku mudah di dapatkan
  • Harga terjangkau

Weakness :

  • Pegawai masih terbatas
  • Bahan baku belum bisa diproduksi di tempat sendiri

Opportunity:

  • Bahan baku mudah didapat karena banyak diproduksi di Indonesia
  • Harga bahan baku murah

Threats:

  • Terdapat banyak pesaing makanan yang beraneka ragam meskipun bahan dasar yang mereka gunakan bukan singkong
  • Tantangan di bidang tata boga dan kuliner
  • Bahan baku belum bisa ditanam di lahan milik sendiri

2. Analisis SWOT Usaha Croffle

Contoh Analisis Swot Usaha Makanan
https://entrepreneur.bisnis.com/

Analisis SWOT untuk usaha croffle adalah sebagai berikut:

Strength :

  • Bahan baku relatif mudah didapatkan
  • Memiliki rasa yang unik dan masih tergolong jarang ditemukan

Weakness :

  • Tidak tahan lama
  • Distribusi produk terbatas

Opportunities :

  • Jumlah peminat tinggi
  • Adanya model penjualan online

Threats :

  • Penjualan produk memang tinggi, tapi ditakutkan hanya karena tren sesaat
  •  Jumlah kompetitor terus bertambah

3. Analisis SWOT Usaha Frozen Food

Contoh Analisis Swot Usaha Makanan
https://www.kompas.com/

Strength :

  • Makanan bisa tahan lama selama disimpan di dalam kulkas atau freezer dengan baik.
  • Pengolahan bahan yang mudah karena biasanya cukup di goring.
  • Memiliki banyak jenis makanan seperti kentang, nugget, dimsum, cireng, dan lain – lain.

Weakness :

  • Mudah rusak dan tidak tahan lama apabila tidak di simpan dengan baik.
  • Pengiriman atau pembelian jarak jauh berpotensi membuat produk menjadi rusak.

Opportunities :

  • Banyak dicari oleh kunsumen, terutama bagi konsumen yang kurang hobi memasak.
  • Menghemat waktu para konsumen karena cara pengolahannya yang praktis.

Threat :

  • Sudah banyak kompetitor yang menawarkan berbagai macam frozen food.
  • Banyak makanan tiruan dengan kualitas di bawahnya dan mematok harga lebih murah

4. Analisis SWOT Usaha Cake

Strength :

  • Terdapat banyak variasi rasa dan bentuk sehingga dapat menyesuaikan selera konsumen.
  • Banyak dikonsumsi untuk berbagai acara.
  • Banyak peminatnya, sehingga memudahkan kalian memasarkan produk ini.
  • Bahan baku mudah didapatkan.

Weakness :

  • Produk mudah rusak apabila tidak di kemas dengan baik.
  • Tidak bisa tahan lama.

Opportunities:

  • Peminat tinggi karena banyak acara yang sering kali menggunakan kue sebagai sajian.
  • Pemasaran yang mudah karena cocok kepada setiap kalangan.

Threat :

  • Kompetitor kini semakin banyak.
  • Penjualan hanya bersifat sementara karena tren semata untuk cake tertentu.

5. Analisis SWOT Usaha Katering Pre – Order

Strength :

  • Banyak peminat karena kesibukan yang padat atau tidak bisa memasak.
  • Makanan yang di produksi sesuai pesanan, jadi tidak memungkinkan adanya kerugian.
  • Banyak menu yang beragam dan bisa berganti-ganti setiap hari.

Weakness :

  • Belum banyak orang tertarik memesan catering pre-order.
  • Produk cepat basi jika tidak segera dikonsumsi.

Opportunities :

  • Mulai banyak orang ingin menghemat waktu dengan memesan cateringdaripada memasak.
  • Belum banyak kompetitor yang bergerak di usaha catering pre-order,terutama catering

Threat :

  • Banyaknya makanan cepat saji yang memudahkan konsumen dalam mengolah masakan.
  • Banyak orang lebih memilih memesan makanan online.

6. Analisis SWOT Usaha Makanan Ringan

Strength :

  • Bahan baku mudah di dapatkan
  • Karena stok bahan baku yang banyak ini, tentu harga bahan bakunya sendiri terbilang murah.
  • Usaha makanan ringan memiliki potensi tinggi karena bisa menawarkan berbagai rasa makanan sesuai selera konsumen, mulai dari pedas, asin, manis, dan lain-lain.

Weakness

  • Untuk jenis makanan ringan tertentu terbilang tidak bisa tahan lama, apalagi untuk yang tidak menggunakan pengawet.
  • Proses produksi dengan jumlah besar atau partai besar butuh tenaga yang lebih banyak.
  • Produk mudah hancur jika tidak disimpan dengan baik dan benar.

Opportunities 

  • Karena banyak peminat, tentu target pasar makanan ringan tergolong luas dan jumlahnya pun besar.
  • Saat ini, banyak dukungan pemerintah diberikan untuk pelaku bisnis lokal atau makanan khas daerah, misalnya untuk produk makanan ringan.
  • Dengan marketingyang baik, brand makanan ringan lokal bisa mudah dikenal oleh konsumen nasional.

Threat

  • Saat ini, kompetitor dalam usaha jenis ini terbilang banyak.
  • Terkadang, penjualan hanya bersifat sesaat sesuai dengan tren yang sedang berlaku.