Pengertian Sparkling Wine

Wine merupakan salah satu jenis minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi buah anggur dan dituang ke dalam tong kayu oak serta diberi ragi biasa yang disebut yeast demi mendapatkan kadar alkohol yang diinginkan.

Pembuatan wine terdiri dari daging buah anggur, kulit buah anggur, biji anggur, dan batang anggur. Pembuatan wine melalui proses yang panjang mulai dari penanaman, peragian, pembuatan, penyimpanan, serta pencampuran.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas wine adalah letak geografis, jenis tanah, cuaca, buah anggur, dan cara fermentasi.

Proses Pembuatan Wine

Pengertian Sparkling Wine
https://food.detik.com/

Pembuatan Wine akan melewati proses fermentasi kedua yaitu setelah fermentasi alkohol di dalam botol, sehingga karbon dioksida yang tercipta selama proses tersebut akan tetap berada di dalam wine dan membuatnya bersoda.

Pengertiaan Wine Menurut Para Ahli

Swami et al (2014)

Wine dapat dibedakan menjadi natural wines dan dessert and appetizer wines. Sweet wine merupakan wine yang tergolong dalam jenis dessert and appetizer wines.

Jackson (2008)

Sweet wine memiliki rasa cenderung manis dan sedikit asam.

Sena-Esteves et al (2018)

Rasa merupakan unsur terpenting dari penerimaan wine. berdasarkan teori tersebut maka dapat dikatakan bahwa rasa manis sweet wine merupakan unsur penting yang perlu diperhatikan.

Cort & Dom (2010)

Rasa manis pada sweet wine dikarenakan sweet wine mengandung konsentrasi gula yang tinggi.

Reboredo-Rodriguez et al (2015)

Tingginya konsentrasi gula pada sweet wine disebabkan oleh penggunaan buah anggur yang 2 mengandung lebih banyak gula dari buah anggur biasanya.

Berdasarkan teori tersebut maka dapat diketahui bahwa buah anggur merupakan faktor penting yang menentukan rasa manis sweet wine.

Macam – Macam Tipe Wine

Ada empat macam tipe wine, antara lain yaitu:

1. Sparkling Wine

Pengertian Sparkling Wine
https://hotelier.id/

Sparkling wine merupakan salah satu jenis wine yang mengandung karbondioksida hasil fermentasi tahap kedua dari ragi dan gula, sehingga apabila tutup botolnya dibuka akan muncul buih akibat keluarnya gas asam.

Maka dari itu, penutup botol yang biasanya terbuat dari gabus akan diikat dengan kawar yang melingkar supaya tidak meledak karena adanya tekanan gas dari dalam botol tersebut.

Sparkling wine merupakan wine berkarbonasi yang dibuat dengan cara menambahkan karbondioksida ke dalam wine setelah wine 80%-90% selesai, wine ini dapat dibuat di belahan dunia manapun kecuali di daerah champagne di prancis.

Berikut di bawah ini adalah beberapa nama sparkling wine yang ada di dunia, antara lain sebagai berikut :

Cremant, Sparkling Wine yang berasal dari prancis

Cava, Sparkling Wine yang berasal dari spanyol

Spumant, Sparkling Wine yang berasal dari Itali

Sekt, Sparkling wine yang berasal dari Jerman

Pezsgo, Sparkling wine yang berasal dari Hungaria

Sovetskoye Shampanskoye, Sparkling wine yang berasal dari Uni Soviet

2. Champagne

Champagne adalah salah satu jenis sparkling wine yang paling terkenal dan populer yang hanya di produksi pada daerah Champagne Marne, Prancis.

Wine merek Champagne ini dilindungi oleh undang-undang negara Prancis. Champagne merupakan sparkling wine yang diproduksi dengan cara menciptakan efek karbonasi dengan menginduksi wine yang sudah siap minum dengan fermentasi kedua.

Proses tersebut dinamakan methode champenoise.

Pembuatan champagne itu sendiri memiliki proses produksi yang cukup unik, champagne harus melalui dua kali proses fermentasi dan dua kali pembotolan. Berikut di bawah ini urutan proses pembuatan Champagne :

Langkah pertama yaitu proses pemerasan buah anggur, yaitu :

Proses pemerasan yang pertama dinamakan Prestige cuvee

Proses pemerasan yang kedua dinamakan taille

Proses Fermentasi :

Gula dan ragi = alcohol + karbondioksida

Hasil fermentasi pertama akan menjadi wine dasar yang digunakan untuk memproduksi champagne

Varietas wine di tempatkan ke sebuah tempat penampungan wine yang berbeda

Agar wine siap di konsumsi, wine membutuhkan 2 hingga 3 minggu.

Langkah Kedua :

Ini adalah bagian proses mencampur wine dasar. Pada umumnya, champagne dibuat dengan mencampurkan ketiga jenis wine. Seperti :

Blanc de blanc = chardonnay di campur dengan chardonnay

Blanc de noir = chardonnay di campur dengan pinot noir atau chardonnay di campur dengan pinot meuniere.

Proses fermentasi kedua :

Untuk memulai fermentasi kedua, para pembuat wine biasanya menambahkan gula dan ragi ke dalam wine yang sudah di masukkan ke dalam sebuah botol.

Botolnya kemudian ditutup dengan tutup botol yang mudah di buka.

Langkah Ketiga :

Letakkan wine di dalam rak khusus yang biasanya bernama pupitres, botol di letakkan dengan menghadap 45 derajat kea rah bawah. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan lees atau sediment pada leher botol yang tersisa,

Wine membutuhkan waktu 6 hingga 8 minggu.

Setelah proses di atas di lakukan, selanjutnya adalah proses memasukkan botol kedalam sebuah alat yaitu mesin yang berfungsi untuk membekukan sedimen dengan cepat. Screw cup kemudian akan di buka dan sedimen yang sudah membeku akan di dorong keluar oleh karbondioksida. Kemudian tinggal menutup dengan cork sungguhan.

3. Natural Still Wine

Natural Still Wine merupakan salah satu jenis wine yang murni tanpa variasi atau penambahan zat lainnya di dalamnya. Adapun di bawah ini beberapa contoh jenis natural still will, antara lain adalah sebagai berikut :

Red Wine, merupakan wine yang dihasilkan dari proses fermentasi anggur merah dengan menyertakan kulit dan biji buah anggur tersebut sebagai proses pembuatannya.

White Wine, biasa yang kita sebut minuman anggur putih, merupakan wine yang dihasilkan dari proses fermentasi anggur putih tanpa menyertakan kulit dan biji buah anggur.

Rose Wine, merupakan Wine yang terbuat dari anggur merah dengan menyertakan kulit anggurnya.

Dessert Wine, merupakan wine yang seringkali di hidangkan bersamaan dengan hidangan penutup. Proses pembuatan wine ini dengan menggunakan buah anggur putih yang sudah benar – benar matang sehingga menghasilkan rasa yang manis karena banyak mengandung gula hasil dari sisa fermentasi.

Dessert wine ini biasa di sebut juga dengan sweet wine karena memiliki rasa yang manis.

4. Fortified Wine

Fortified merupakan salah satu jenis wine yang di dalamnya mengandung kadar alcohol yang jauh lebih tinggi dari pada wine biasa.

Wine jenis ini berasal dari natural still wine, akan tetapi kadar alkoholnya telah di tingkatkan dengan cara menambah brandy atau spirit ke dalamnya.

5. Aromatized Wine

Aromatizes Wine merupakan salah satu jenis wine yang ada umumnya merupakan fortified wine yang telah ditambahkan aroma rempah – rempah, tumbuh – tumbuhan, bunga, maupun kupasan kulit buah – buahan dengan melalui proses penyulingan atau yang biasa di sebut dengan distilisasi.