Mengapa Hotel Tidak Ada Lantai 4 dan Lantai 13

Kamu pernah mendengar sebuah mitos tentang lantai 4 dan 13 di sebuah gedung bertingkat seperti hotel atau apartemen?

Melansir dari CNN Indonesia, ketika kita menginap di sebuah hotel, bisa jadi ada angka tertentu yang tidak akan kita temukan di sana.

Yup! Angka tersebut adalah angka 4 dan 13. Hal ini terjadi di sebagian besar hotel di dunia. Kamu mungkin jadi bertanya-tanya, ada alasan apa dibalik misteri ini.

Sebagian besar pengelola hotel atau apartemen sengaja memilih untuk tidak menyediakan lantai atau kamar bernomor 4 dan 13.

Biasanya angka tersebut diganti dengan angka lain atau diloncati urutannya. Misalnya setelah angka 3, maka selanjutnya 3A, atau langsung angka 5.

Usut punya usut, fenomena ini disebabkan karena ada sebuah kepercayaan tertentu mengenai kedua angka tersebut yang berkembang cukup kuat di masyarakat.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa angka 13 dianggap sial dalam takhayul Barat. Ketakutan tersebut berasal dari mitos-mitos yang beredar di berbagai negara, mereka menyebutnya dengan istilah Friday The 13th.

Banyak sekali kisah kelam yang dikaitkan dengan Jumat tanggal 13. Hingga pada akhirnya apapun yang berkaitan dengan angka 13 dianggap sebagai pembawa sial.

Salah satu kisah paling populer adalah ketika seorang yang menjadi tamu ke-13 dalam sebuah jamuan makan di hari Jumat, ia mengkhianati sang guru hingga dihukum salib.

Selain itu, ada cerita pembantaian ksatria Inggris pada hari Jumat ke-13 tahun 1307 di Prancis.

Salah satu teks dari Kode Hammurabi, yang menyebutkan bahwa para penulis kode meninggalkan hukum ke-13 dalam daftar, tapi daftar tersebut tidak bernomor.

Tidak hanya soal kematian, Friday The 13th juga menjadi penanda peristiwa kelam pada tahun 1869 yang sangat merugikan banyak pihak yakni krisis finansial yang sangat parah.

Deretan kisah tersebut membuat orang percaya dan yakin bahwa penyebab kesialan adalah angka 13.

Seseorang yang percaya akan mitos tersebut biasanya merasakan gejala kecemasan luar biasa saat mereka berhadapan atau sedang berada disituasi yang menjadi objek ketakutan mereka.

Gejala bisa berupa mual, panik, sulit bernapas, berkeringat dingin, dan detak jantung menjadi lebih cepat.

Dalam dunia Psikologi, ketakutan ini disebut dengan istilah Triskaidekaphobia yaitu ketakutan parah yang irasional terhadap angka 13. Penderita fobia ini percaya takhayul dari angka tersebut, bahwa nasib buruk akan menimpa mereka.

Hingga pada akhirnya, tidak sedikit dari pihak hotel ataupun apartemen melewatkan angka 13 di lantai mereka. Dengan demikian, strategi tersebut dianggap bisa menjauhkan pengunjung dari kecemasan berlebih terutama mereka yang menderita fobia tersebut.

www.sonora.id

Sama halnya dengan angka 13, mitos yang berkaitan dengan angka 4 juga dipercaya oleh sebagian orang di dunia. Banyak yang meyakini bahwa angka 4 terlihat sebagai kursi terbalik hingga dianalogikan sebagai simbol jatuhnya sebuah kekuasaan seseorang.

Kompas.com menyebutkan bahwa angka 4 menurut Kepercayaan China memiliki kesan yang tidak baik. Dalam bahasa Mandarin, angka 4 jika dilafalkan akan terdengar seperti kata “shi” yang berarti kematian.

Bahkan mereka umumnya menghindari angka 4 ketika memilih nomor handphone, plat kendaraan, dan semacamnya. Ketakutan berlebih terhadap angka 4 dalam dunia psikologi disebut dengan tetraphobia.

Kita bisa memahami bahwa sebagian besar hotel dibangun dengan standar internasional. Turis asing menjadi target pasarnya. Oleh karena itu, hotel-hotel di negara Asia banyak yang ikut melewatkan angka 4 dan 13, termasuk di Indonesia.

Kepercayaan tersebut sudah mengakar kuat di masyarakat, sehingga membuat orang sulit terlepas dari mitos ini.

Tapi sebagian orang menganggap bahwa kepercayaan tersebut hanyalah mitos. Kita sudah tidak perlu percaya hingga justru akan membuat kita menderita sendiri karena ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu.

Well, meskipun banyak gedung yang menghilangkan angka 4 dan 13 di lantai mereka, tetap banyak sebagian yang lain tetap menggunakan kedua angka ini seperti biasanya.

Bagaimana menurut kamu, Guys? Apa kamu bisa merasakan ketakutan yang diderita oleh pengidap Triskaidekaphobia? Atau kamu tidak percaya mitos tersebut ada?